Indeks Jepang Jadi Raja Asia, Bentar Lagi Buat Sejarah Baru!

Jakarta, CNBC Indonesia – Dalam beberapa hari terakhir, bursa saham Jepang yakni Nikkei 225 terus mencatatkan penguatan di tengah volatilnya bursa Asia-Pasifik.

Bahkan pada Kamis (11/1/2024) pekan lalu, Nikkei 225 untuk pertama kalinya menembus level 35.700, menjadi rekor tertinggi dalam 34 tahun terakhir atau sejak 1990 silam. Bila indeks Jepang kembali berlari kencang pada hari ini maka bukan tidak mungkin sejarah baru yakni rekor tertinggi melewati level 36.000 bisa tercipta.

Sejak perdagangan Kamis pekan lalu, Nikkei terus mencetak rekor. Terakhir yakni pada perdagangan Senin kemarin, Nikkei kembali mencetak rekor di level 35.901,8.

Indeks Nikkei 225

Dalam sepekan terakhir, Nikkei sudah melonjak 7,56%. Sedangkan sepanjang tahun ini, Nikkei sudah melejit 7,85%.

Di kawasan Asia sendiri, dari posisi awal 2024 hingga kemarin, Nikkei menjadi juaranya. Kemudian disusul PSEi Filipina yang melonjak 3,57%, KLCI Malaysia yang melesat 3,19%, dan VNI Vietnam yang melompat 2,14%.

Dukungan kuat bagi Nikkei datang dari pelemahan yen Jepang, pengaturan moneter yang sangat longgar, dan kuatnya laporan pendapatan perusahaan.

Melemahnya nilai tukar yen tentunya mendukung eksportir. Pada perdagangan kemarin, yen kembali ditutup melemah 0,62% di hadapan dolar Amerika Serikat (AS). Pada pekan lalu, yen juga melandai 0,17%.

Pelemahan yen cenderung mendukung saham eksportir, meningkatkan nilai keuntungan luar negeri dalam yen ketika perusahaan memulangkan mereka ke Jepang.

Selain itu, kehati-hatian terhadap kenaikan suku bunga bank sentral Jepang (Bank of Japan/BoJ) yang akan datang terus memudar karena data upah yang lemah.

Gempa kuat yang melanda Jepang bagian barat pada pekan pertama 2024 dan data pertumbuhan upah yang lemah memaksa pelaku pasar untuk “menilai kembali” kapan BoJ akan menormalisasi kebijakan moneternya.

Upah riil pekerja Jepang menyusut selama 20 bulan berturut-turut pada November 2023, menurut data yang diterbitkan pada Rabu pekan lalu, mengacaukan keinginan para pejabat untuk melihat kenaikan upah sebelum melakukan pengetatan kebijakan.

Di lain sisi, saham-saham pelayaran dan keuangan menjadi penopang Nikkei kemarin dan melanjutkan penguatannya hingga kembali mencetak rekor barunya.

Saham-saham pelayaran memimpin penguatan sektoral karena meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang memicu kekhawatiran akan gangguan pasokan, seperti saham Kawasaki Kisen yang melejit 9,6%, kemudian Mitsui OSK yang melonjak 4,6%, dan Nippon Yusen yang melesat 4,3%.

Selain saham pelayaran, saham perusahaan keuangan juga menguat seperti saham Mitsubishi UFJ yang melesat 2,1% dan Sumitomo Mitsui melonjak 3%. https://popicedingin.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*